Halo semuanya yang menghindari kelabu di malam minggu..
Tadi di jalan dr solo menuju gunung kidul, gaada kendala sama sekali, gaada nyasar, gaada kehujanan, gaada kehabisan bensin, gaada macet pula.
Padahal tahu tidak hari ini hari sabtu, sudah jadi kebiasaan jalan2 dari dan menuju jogja ada waktunya macet parah. sore hari gaakan ada hujan terlewat alias pasti hujan entahkah deres ataupun gerimis rintis mbetahin orang tidur.
Tadi juga gaada kehabisan bensin, walaupun sepanjang jalan gaada ketemu pom sama sekali, kita semua tahu ya gaada pom pedagang eceran pun jadi, jadi bisa ngisi
Yang buat saya heran ini point terakhir, yang selama jalan ternyata Tuhan sedang bicara dan mengajari saya :)
Kita gak nyasar, icil ga nyasar, ini perlu diapresiasi sih wkwk soalnya kalo baru sekali ke suatu daerah, pasti nyasar muter2 gajelas. Pengguna provider 3 pasti paham rasanya di pelosok desa dan memerlukan gmaps untuk jalan :)
Sepanjang jalan cuma diingatkan lagi. Tak bosannya saya diingatkan ttg ini, begitupun saya tak bosannya mengingat hal ini.
Jadi dalam hidup kita, Semuanya Punya Tujuan. Bisa di BOLD, di UNDERLINE, atau di CETAK MIRING.
SEMUA ORANG PUNYA TUJUAN
Serah yang penting yang masih merasa hidupnya gaada tujuan mungkin beberapa hal yang luarbiasa yang saya tangkap hari ini bisa menguatkan mbak mas instagram.
Saya tadi punya Tujuan, tapi gatau arah. Saya tadi punya Tujuan, tapi gaada kendaraan untuk ke tujuan dan baru tadi pagi juga mendapat kendaraan, mepet sebelum berangkat. Saya punya Tujuan, dan saya siap berangkat dengan segala resiko yang akan saya hadapi untuk sampai tujuan, kehujanan, kena macet, kebanan, ketilang 😆 dan lain lain.
Ayo mbak mas, sebelum masuk ke point nya bisaa direnungkan sendiri.
Udah tahu tujuan hidup mbak mas belum? Kalau sudah, puji Tuhan. Kalau belum kita berdoa supaya segera tahu, amin. Supaya enak jalannya nanti. Jangan bilang GAK PUNYA karena SEMUA ADA TUJUANNYA! Ayo to semangaaat!
Hiyaaa setelah proses mencari dan menemukan selesai. Langkah selanjutnya apa nih 😃
Sama kayak yang udh ku bilang sebelumnya yaa.. tadi saya sudah punya tujuan ke Gunung Kidul, tapi gatau jalannn ke sana, lewat aja belom pernah. APAKAH GATAU LANGKAH DAN GATAU ARAH MENJADI ALASAN UNTUK KITA BERHENTI? TENTU TIDAK!
Sekarang udh era canggih, udh ada gmaps. Setia ndengerin mbak2 untuk ngarahin kemana kita melangkah. Yang jelas sebelum era canggih pun kita punya petunjuk arah terbaik sepanjang masaaa.. yaitu Tuhan. Dia yang ciptakan, Dia yang punya rancangan, Dia penunjuk arah terbaik. Jadi kalau gatau harus kemana, tekan tombolnya atau bisa pake voice tanya kalo aku mau kesini lewatnya mana ya Tuhan. Tombolnya apa? DOA GAESS.. gaada yang lain.
Sebagai pengguna setia GMAPS, apakah pernah saya kesasar? PERNAH! Alesan paling banyak gara-gara apa? GARA-GARA SALAH DENGAR! yang kedua malah parah GAK DENGAR SAMA SEKALI. Jadi ketika kita sudah minta arahan, dengerin baik-baik.. inget ada firman berkata ada jalan yang dianggap lurus tetapi berujung maut, jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Saya juga sering ragu sama jalan yang ditunjukkan, karena gak meyakinkan tapi jalan itu jalan terbaik.
Yang kedua, kalau udh terlanjur salah dengar dan udah terlanjur salah arah. APAKAH ITU JADI ALASAN UNTUK KITA BERHENTI? TENTU TIDAK! Percayalah saya ini orang yang sering nyasar gara2 salah denger arahan mbak2 maps, tapi saya tidak berhenti, karena kalau berhenti bahaya buat saya, saya ndak tau posisi saya, dan saya mungkin ndatau jalan pulang, tapi sekali lagi gmaps bantu saya untuk keluar dr jalan yang salah untuk kembali ke track, apakah ada konsekuensi dari kesalahan saya? Ada, saya lebih lama sampai tujuan.
MEMANG ADA KONSEKUENSI DARI KESALAHAN, TAPI ITU BUKAN ALASAN UNTUK BERHENTI.
Demikian Tuhan yang jadi arahan hidup kita, Dia ciptakan Dia buat jalan Dia adalah pribadi yang paling menginginkan kita tidak berhenti, ketika kita salah Dia adalah pribadi yang akan membawa kita sampai tujuan. How sweet God!
Jadi jangan berhenti jika salah jalan, masih ada banyak jalan untuk kembali.
Yang terakhir, tentang konsekuensi.
Yang udah tahu tujuan hidup, gaada keputusan di dunia ini yang tidak mengandung konsekuensi. Pasti ada.
Saya tadi sudah tahu tujuan, dan tahu resiko yang "mungkin" akan saya alami selama perjalanan menuju Tujuan. Sebelum berangkat saya mengira ngira akan hujan, makanya saya siapkan jas hujan, bawa uang untuk isi bahan bakar, segala yang "kemungkinan" tadi sudah diantisipasi sudah disiapkan.
Nah ini, tugas kita menyiapkan segala sesuatu yang kita perlukan sepanjang perjalanan menuju tujuan. Entahkah kemungkinan itu terjadi atau tidak yang jelas hati dan hidup kita udah siap nerima. Jangan kaget namanya juga hidup kadang harus lewat badai, lewat sungai, lewat goa, lewat jalan tolll dan lain-lain.
Dan lagiii yang penting, kalaupun kita tahu segala resiko yang akan kita terima untuk ke tujuan kita itu mungkin gak gampang. Inget aja. Namanya kemungkinan bisa terjadi bisa engga, tapi katanya reset membuktikan bahwa 99% kekuatiran manusia itu tidak terjadi. Jadi jangan kuatir, jangan takut. Kalaupun emang berat, makanya bekali dulu hidup kita supaya siap hadepi badaeeee.. dengan apa? FIRMAN TUHAN.
- Priscilia Dewi Chintiawati -
x
Padahal tahu tidak hari ini hari sabtu, sudah jadi kebiasaan jalan2 dari dan menuju jogja ada waktunya macet parah. sore hari gaakan ada hujan terlewat alias pasti hujan entahkah deres ataupun gerimis rintis mbetahin orang tidur.
Tadi juga gaada kehabisan bensin, walaupun sepanjang jalan gaada ketemu pom sama sekali, kita semua tahu ya gaada pom pedagang eceran pun jadi, jadi bisa ngisi
Yang buat saya heran ini point terakhir, yang selama jalan ternyata Tuhan sedang bicara dan mengajari saya :)
Kita gak nyasar, icil ga nyasar, ini perlu diapresiasi sih wkwk soalnya kalo baru sekali ke suatu daerah, pasti nyasar muter2 gajelas. Pengguna provider 3 pasti paham rasanya di pelosok desa dan memerlukan gmaps untuk jalan :)
Sepanjang jalan cuma diingatkan lagi. Tak bosannya saya diingatkan ttg ini, begitupun saya tak bosannya mengingat hal ini.
Jadi dalam hidup kita, Semuanya Punya Tujuan. Bisa di BOLD, di UNDERLINE, atau di CETAK MIRING.
SEMUA ORANG PUNYA TUJUAN
Serah yang penting yang masih merasa hidupnya gaada tujuan mungkin beberapa hal yang luarbiasa yang saya tangkap hari ini bisa menguatkan mbak mas instagram.
Saya tadi punya Tujuan, tapi gatau arah. Saya tadi punya Tujuan, tapi gaada kendaraan untuk ke tujuan dan baru tadi pagi juga mendapat kendaraan, mepet sebelum berangkat. Saya punya Tujuan, dan saya siap berangkat dengan segala resiko yang akan saya hadapi untuk sampai tujuan, kehujanan, kena macet, kebanan, ketilang 😆 dan lain lain.
Ayo mbak mas, sebelum masuk ke point nya bisaa direnungkan sendiri.
Udah tahu tujuan hidup mbak mas belum? Kalau sudah, puji Tuhan. Kalau belum kita berdoa supaya segera tahu, amin. Supaya enak jalannya nanti. Jangan bilang GAK PUNYA karena SEMUA ADA TUJUANNYA! Ayo to semangaaat!
Hiyaaa setelah proses mencari dan menemukan selesai. Langkah selanjutnya apa nih 😃
Sama kayak yang udh ku bilang sebelumnya yaa.. tadi saya sudah punya tujuan ke Gunung Kidul, tapi gatau jalannn ke sana, lewat aja belom pernah. APAKAH GATAU LANGKAH DAN GATAU ARAH MENJADI ALASAN UNTUK KITA BERHENTI? TENTU TIDAK!
Sekarang udh era canggih, udh ada gmaps. Setia ndengerin mbak2 untuk ngarahin kemana kita melangkah. Yang jelas sebelum era canggih pun kita punya petunjuk arah terbaik sepanjang masaaa.. yaitu Tuhan. Dia yang ciptakan, Dia yang punya rancangan, Dia penunjuk arah terbaik. Jadi kalau gatau harus kemana, tekan tombolnya atau bisa pake voice tanya kalo aku mau kesini lewatnya mana ya Tuhan. Tombolnya apa? DOA GAESS.. gaada yang lain.
Sebagai pengguna setia GMAPS, apakah pernah saya kesasar? PERNAH! Alesan paling banyak gara-gara apa? GARA-GARA SALAH DENGAR! yang kedua malah parah GAK DENGAR SAMA SEKALI. Jadi ketika kita sudah minta arahan, dengerin baik-baik.. inget ada firman berkata ada jalan yang dianggap lurus tetapi berujung maut, jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Saya juga sering ragu sama jalan yang ditunjukkan, karena gak meyakinkan tapi jalan itu jalan terbaik.
Yang kedua, kalau udh terlanjur salah dengar dan udah terlanjur salah arah. APAKAH ITU JADI ALASAN UNTUK KITA BERHENTI? TENTU TIDAK! Percayalah saya ini orang yang sering nyasar gara2 salah denger arahan mbak2 maps, tapi saya tidak berhenti, karena kalau berhenti bahaya buat saya, saya ndak tau posisi saya, dan saya mungkin ndatau jalan pulang, tapi sekali lagi gmaps bantu saya untuk keluar dr jalan yang salah untuk kembali ke track, apakah ada konsekuensi dari kesalahan saya? Ada, saya lebih lama sampai tujuan.
MEMANG ADA KONSEKUENSI DARI KESALAHAN, TAPI ITU BUKAN ALASAN UNTUK BERHENTI.
Demikian Tuhan yang jadi arahan hidup kita, Dia ciptakan Dia buat jalan Dia adalah pribadi yang paling menginginkan kita tidak berhenti, ketika kita salah Dia adalah pribadi yang akan membawa kita sampai tujuan. How sweet God!
Jadi jangan berhenti jika salah jalan, masih ada banyak jalan untuk kembali.
Yang terakhir, tentang konsekuensi.
Yang udah tahu tujuan hidup, gaada keputusan di dunia ini yang tidak mengandung konsekuensi. Pasti ada.
Saya tadi sudah tahu tujuan, dan tahu resiko yang "mungkin" akan saya alami selama perjalanan menuju Tujuan. Sebelum berangkat saya mengira ngira akan hujan, makanya saya siapkan jas hujan, bawa uang untuk isi bahan bakar, segala yang "kemungkinan" tadi sudah diantisipasi sudah disiapkan.
Nah ini, tugas kita menyiapkan segala sesuatu yang kita perlukan sepanjang perjalanan menuju tujuan. Entahkah kemungkinan itu terjadi atau tidak yang jelas hati dan hidup kita udah siap nerima. Jangan kaget namanya juga hidup kadang harus lewat badai, lewat sungai, lewat goa, lewat jalan tolll dan lain-lain.
Dan lagiii yang penting, kalaupun kita tahu segala resiko yang akan kita terima untuk ke tujuan kita itu mungkin gak gampang. Inget aja. Namanya kemungkinan bisa terjadi bisa engga, tapi katanya reset membuktikan bahwa 99% kekuatiran manusia itu tidak terjadi. Jadi jangan kuatir, jangan takut. Kalaupun emang berat, makanya bekali dulu hidup kita supaya siap hadepi badaeeee.. dengan apa? FIRMAN TUHAN.
- Priscilia Dewi Chintiawati -
x
Komentar
Posting Komentar