Piece Of Puzzle



Piece of Puzzle


Saya pikir semua orang tahu ya apa itu puzzle? Puzzle sebenarnya merupakan gambar yang sudah jadi, namun dia terdiri dari potongan-potongan bagian yang setiap potongan memiliki arti dan tanpa satu bagian potongan maka gambar di puzzle itu tidak akan jadi. Malam mentoring di CA camp tiba-tiba ada satu pengajaran yang saya dapat tentang sebuah puzzle. Di pergerakan ini seringkali dikatakan bahwa setiap dari kita merupakan bagian potongan puzzle atas bangsa Indonesia. Saya sangat setuju dengan hal ini.
Coba kita perhatikkan gambar puzzle di bawah ini:

Ada beberapa poin yang kita bisa ambil dari gambar puzzle ini
  1. Coba kita perhatikkan baik-baik setiap bentuk potongan puzzle. Setiap bentuk puzzle terdiri dari bentuk yang menonjol dan bentuk yang menjorok ke dalam. Supaya mudah menjelaskan saya akan mengatakakn bagian yang menonjol disebut “jendolan” dan yang menjorok ke dalam saya sebut “jeglongan”. Setiap jendolan mengartikan kelebihan dan setiap jeglongan mengartikan kelemahan. Kalau kita perhatikkan dalam semua bagian tidak ada yang hanya memiliki satu jendolan dan tidak memiliki jeglongan. Masing-masing memiliki paling tidak satu bagian dari jendolan dan jeglongan. Keluarga yang berjalan bersama-sama mengerjakan bangsa Indonesia kita semua memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Asiknyaa karena kita sebuah puzzle justru karena kelebihan dan kelemahan itu puzzlenya BISA jadi. Puzzlenya akan membentuk suatu gambaran yang jelas. Kalau kita membayangkan bagaimana jika piece puzzle nya njendol semua? Tidak akan masuk dengan yang lain. Kalau njeglong semua? Gak bisa masuk dengan yang lain. Tidak akan cocok.  

Roma 15:1-2 “Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kitaharus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya”
Dan di ayat lain dalam perikop tersebut mengatakan “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah”
Jadi setiap kita memang sudah di desain Tuhan untuk bertemu dengan orang yang berbeda karakter dengan kita. Ada yang memiliki kharisma yang luarbiasa namun karakter yang buruk (mudah marah, tidak sabar dll) tapi ada juga orang memliki karakter baik namun tidak memiliki skill tertentu dalam melayani. Saya percaya setiap kita memiliki porsi masing-masing di dalam Tuhan. Dan ingat karena perikop yang kita bahas disini adalah puzzle maka terlepas dari seberapa banyak kelemahan atau kelebihan yang dimiliki setiap piece-nya satu potongan puzzle sangat berharga. Sekali lagi saya katakan tanpa satu potongan puzzle maka gambaran puzzle tidak akan jadi. Tetap puzzle itu dikatakan belum selesai.
Kelebihan setiap anggota tubuh Kristus tidak akan ada artinya tanpa ada kelemahan yang bisa ditutupinya. Dan kelemahan memang dibiarkan ada dalam setiap anggota tubuh Kristus agar tidak ada yang memegahkan dirinya karena kelebihan yang dimiliki. Oleh karena itu kelebihan dan kelemahan di antara tubuh Kristus itu sangat indah gaes.. Tuhan yang kita sembah saja sungguh indah, masakan kita yang diciptakan segambar dan serupa denganNya tidak sungguh indah juga?

2.     Mungkin tidak dalam satu piece puzzle memiliki bentuk yang sama dengan piece yang lain? MUNGKIN.
Tapi dalam setiap bentuk piece yang sama memiliki gambar yang berbeda. Kita bisa saja memasangkan puzzle sesuai dengan bentuknya, tapi jangan lupa bahwa kita juga perlu memperhatikkan isi gambarnya agar selaras dengan piece yang lain. Jika puzzle yang kita bahas kali ini adalah Indonesia maka ada banyak bagian yang bisa dikerjakan untuk pemulihan bangsa ini. Ada yang bagiannya kesehatan, pendidikan, politik, sosial budaya dan lain-lain masih banyak lagi. Saya berada di zone pendidikan, saya punya tim yang mengerjakan bersama pendidikan di bangsa ini. Tapi punya bagian sama belum tentu memiliki ketajaman yang sama juga. Anggaplah pendidikan di Indonesia, pendidikan sendiri memiliki aspek yang berbeda juga. Saya sedang ditarik Tuhan untuk mengerjakan sekolah kesetaraan, dan ini benar-benar something new yang belum pernah saya lakukan. Yang saya tahu jika saya ada di stream pendidikan maka yang perlu saya kerjakan adalah belajar dan mengajar tapi ternyata masih ada yang lain seperti mengerjakan administrasinya, bagaimana caranya merekrut orang, bagaimana mempublish kegiatan yang kita kerjakan. Banyak sekali printilan-printilan yang bisa dikerjakan dalam pendidikan. Saya membutuhkan orang-orang yang pandai dalam bidang administrasi, bidang rekrutmen orang, dan lain-lain. Jadi tanpa ada orang-orang itu maka puzzle nya akan ompong. Semua harus bisa memposisikan diri dimana tempatnya.
Nah inilah yang saya sebut dengan memiliki bagian yang sama tapi ketajaman yang berbeda. Sebagai piece of puzzle itu sendiri kita harus tahu bentuk kita seperti apa, gambar yang ada pada kita sperti apa, warnanya apa dan yang paling penting adalah dimana posisi kita yang benar. Ingatt!!! Posisi setiap piece puzzle TIDAK BISA ditukar! Sampai akhirnya jika kita sudah tahu bentuk, warna,dan posisi kita maka jika kita berpadu dengan anggota piece yang lain maka kita bisa menyelaraskan diri dan sampai akhirnya ketika setiap piece berada pada posisinya jadilah sebuah gambaran yang jelas.


Ketika menulis tulisan ini tiba-tiba saya diingatkan dengan perikop dalam alkitab di 1 Korintus 12 : 12-31 tentang banyak anggota, tetapi satu tubuh. Tubuh kita adalah gambaran miniatur yang diciptakan Tuhan untuk kita belajar kesatuan Tubuh Kristus yang sesungguhnya. Kita tidak akan bisa menyangkalnya karena segala yang Tuhan desain sudah diaturNya demikian rupa agar kita belajar menerima perbedaan di antara anggota tubuh Kristus itu bisa saja kawan sekerja dalam pelayanan gereja, kampus dan lain-lain. Jika kita menyangkal dan memaksa orang lain untuk menjadi sama seperti kita, mengerjakan dengan cara kita mengerjakan, memaksa bagian yang kita kerjakan bisa dikerjakan orang lain maka kita sedang memaksa mata kita untuk mengerjakan apa yang tangan kerjakan. Mungkin case kita memaksa orang lain melakukan apa yang kita lakukan jarang terjadi dalam pelayanan. Tetapi terkadang kita sendiri ingin melakukan apa yang orang lain lakukan dan merasa iri dengan karunia orang lain, terkadang ada yang merasa bagian orang lain lebih besar dari bagian kita sendiri, merasa diri kita hanya memiliki banyak kelemahan tanpa kelebihan yang berarti. Padahal kita tidak pernah tahu bahwa mungkin satu kelebihan yang kita miliki itu ternyata bisa menutup kelemahan orang lain yang kita anggap memiliki kelebihan atau bagian yang lebih banyak dari yang kita punyai.
1 korintus 12:22-26
“Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhomat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah kita telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diebrikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikkan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita”
Intinya adalah Tuhan sudah mendesain hidup kita sedemikian rupa, dan setiap desain yang dibentuk oleh Tuhan PASTI memiliki arti dan tujuannya sendiri. Hargailah mata, tangan, kaki, dan semua anggota tubuh yang lain bahkan yang kelihatan lemah sekalipun. Karena tanpa satu bagian tubuh yang kelihatan kecil sekalipun maka tubuh tidak akan sempurna.
Untuk kita yang sedang berjuang. Sekalipun kita memiliki piece yang berbeda, tapi kita tetap satu tubuh dalam Kristus. Jadi tetaplah bergandengan tangan dan berjalan sampai akhir. Untuk Tuhan dan Untuk Indonesia. God bless us!

Komentar