God's Glorious Plan
Ulangan 1 : 19 - 33
Kisah
tentang kedua belas pengintai
Firman
Tuhan yang datang bagi kaum Israel adalah seperti ucapan seorang ayah kepada
anaknya.
Ulangan 19:31 "dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa Tuhan, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, samai kamu tiba di tempat ini"
Versi bahasa jawa dari kata membawa dalam nats tersebut adalah "Mbopong". Dalam istilah Jawa Mbopong bukan hanya sekedar
membawa seperti ilustrasi seorang yang membawa bekal, namun lebih lagi makna
mbopong dalam bahasa indonesia diartikan sebagai menggendong.
Betapa Allah itu
mengasihi umat pilihanNya. Kasih Bapa kepada seorang anak adalah suatu hubungan
yang sangat luarbiasa, Dia Tuhan tapi Dia juga sebagai Bapa yang mau menuntun,
mendidik, dan menjaga anak-anakNya.
Yeremia 29:11 " Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan"
Dikatakan bahwa Rancangan Tuhan itu adalah damai sejahtera, firman ini tidak berhenti untuk bangsa Israel saja bahkan untuk kita semua yang percaya kepadaNya. seperti
sebuah pujian mengatakan Tuhanku tak akan memberi ular beracun pada yang minta
roti.
10
pengintai yang diceritakan dalam kitab ulangan pasal 1 menggambarkan/melambangkan seorang anak yang tidak percaya kepada Bapa, tidak
mengerti rancangan Bapa. Dan akibat dari ketidakpercayaan itu adalah sikap yang
melebih-lebihkan keadaan atau masalah. (ayat 28) pengintai yang tidak percaya
kepada Tuhan membuat masalah besar bagi mereka dan angkatan mereka. Apa sebab
para pengintai ini tidak percaya? Karena mereka hanya melihat apa yang ada di
depan mata saja, melihat kondisi yang buruk, keadaan sekeliling yang sangat
menakutkan hingga lupa Firman Tuhan yang berkali-kali dikatakan kepada bangsa
Israel bahwa Dialah Allah yang menyertai.
Akibat
dari ketidakpercayaan 10 pengintai adalah mereka tidak dapat masuk ke tanah
perjanjian, bukan hanya mereka saja namun juga kaum keluarga satu generasi.
Sangat mengejutkan sekali dampak dari ketidakpercayaan orang mempengaruhi nasib
sebuah bangsa. Perkataan yang disampaikan oleh para pengintai membuat Tuhan
murka. Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa di dalam perkataan itu
mengandung kuasa, jangan sampai setiap perkataan kita membuat Tuhan murka.
Namun
di antara 12 pengintai, masih ada 2 orang yang mengingat kasih setia Tuhan.
Jadi sekalipun apa yang kelihatan mata seolah-olah buruk dan tidak bisa
dihadapi oleh manusia, ketika hati kita terpaut kepada janji dan Kasih Tuhan,
memegang setiap firman Tuhan maka mau sebesar apapun masalah yang dihadapi, mau
sebesar apapun tantangan yang dihadapi kita akan tetap berkata bahwa kita bisa
melakukannya sebab Tuhan ada dan turut bekerja bersama-sama dengan kita :)
Tuhan
Yesus Memberkati.
PDC-
Komentar
Posting Komentar